ironis dramatis

September 16, 2009 at 8:35 am | In Uncategorized | Leave a Comment

Pada tanggal 2 Agustus 2009, hari minggu yang cerah di kota Yogyakarta, saya dan Ibu saya berjalan-jalan di Universitas Gadjah Mada. Asal tahu saja,kalau setiap Minggu, di tempat ini mendadak jadi kawasan perdagangan. Barang-barang yang dijual dimulai dari makanan,minuman,obat,aksesoris,pernak-pernik dan masih banyak lagi. Hasrat belanja harus benar-benar diatur karena biasanya perempuan punya penyakit lapar mata apalagi kalau ada barang-barang yang unik.Hehe….:)

Sebenarnya,post saya yang satu ini bukan mau meliput kehebohan orang-orang berbelanja di Pasar Pagi UGM tetapi saya ingin menuangkan pendapat saya akan suatu hal.

Di tengah kehebohan saya berbelanja, saya melihat di tengah-tengah orang berlalu lalang ada seorang ibu yang menggendong anaknya sambil menengadahkan tangannya meminta uang pertanda belas kasihan. Saya pun menghampirinya dan seketika saya terkejut dengan keadaan anak sang Ibu itu. Astagfirullahaladzim..kepalanya besar. Lebih besar daripada badannya yang kurus kering.Kakinya tidak bisa lurus.Tertekuk ke atas dan kecil sekali betisnya. Melihat postur tubuhnya secara keseluruhan sudah terlihat sekali perbedaannya dikarenakan ukuran kepala yang snagat besar tetapi dari badan hingga kaki sangat kecil. Anak itu pun lemah tergeletak tak berdaya di pangkuan Ibunya yang masih terus berusaha mengais rezeki dari belas kasihan orang yang melintasinya.

Saya pun tidak tahan ingin bertanya, “ Bu, Anaknya kenapa ? “

Ibu itu pun menjawab, “Anak saya kena racun tokso, jadi aja begini “

Seketika saya berpikir, tokso itu dari kucing bukan sih ??

Hmmm…saya pun merogoh saku celana dan memberikan uang alakadarnya. Saya lihat di kaleng tempat memasukkan uang, terdapat jumlah uang yang tidak sedikit. Ada selembar lima puluh ribuan, selembar dua puluh ribuan, belum lagi recehan-recehan yang belum terhitung padahal waktu itu masih cukup pagi.Ah, ya sudahlah, mungkin saja itu memang rezeki mereka, pikir saya.

Saya pun menatap mata anak malang itu dan saya menggumam bahwa seharusnya anak itu nasibnya tidak seperti ini. Ya, Tuhan Maha Berkuasa.Saya pun bergegas meninggalkan mereka sambil mendoakan supaya anak itu bisa sembuh. Amin.

Melihat kejadian di atas, sebenarnya ada beberapa hal yang ingin saya kritisi, yaitu :

  1. Seorang Ibu harusnya melindungi anaknya. Dalam kasus ini, saya melihat bahwa Ibu itu mempergunakan anaknya untuk meminta belas kasihan orang lain dengan memperlihatkan kekurangan anaknya.
  2. Sudah jelas bahwa pengetahuan kesehatan orang Indonesia masih di bawah rata-rata. Kalau sedang mengandung bukankah perlu ada treatment khusus supaya bayi dalam kandungan dapat terhindar dari penyakit yang tidak diinginkan ?
  3. Lagi-lagi kemiskinan berhasil membuat orang rela mengorbankan harga dirinya. Ibu itu menggunakan keadaan yang seolah-olah tidak adil baginya untuk menarik simpatik pada sesama. Saya melihatnya beliau bangga akan kemiskinannya. Beliau bangga akan anaknya yang cacat. Beliau memperlihatkan ke seluruh dunia keadaan anaknya yang membuat siapapun orang yang melihatnya pasti akan menaruh iba yang teramat dalam. Kalau beliau tidak bangga dengan kesemuanya itu, harusnya beliau bisa mencari jalan lain yang lebih terhormat daripada hanya sekedar meminta-minta bukan?

 

SATU KATA : IRONIS !!!

KATAKANLAH..”aku bangga dengan negeriku”

Juni 11, 2009 at 8:39 am | In Uncategorized | Leave a Comment

Berpijaklah aku di atas tanah yang menghujam bumiku ini. Aku pun tertegun sejenak menerawang jauh ke atas langit. Aku pun semakin tersadar bahwa Tuhan senantiasa memberi makan makhluk-Nya tanpa kurang suatu apapun di bawah jagat raya ini.
Aku pun melangkah. Hatiku berdesir ketika kurasakan angin menerpa wajahku yang kering. Kurasakan kedamaian disana. Menancap dalam ubun-ubun kepalaku. Lubuk hatiku pun ikut bernyanyi beriringan dengan siulan burung-burung yang sedang menari dengan indahnya di atas langit.
Aku tak bisa berbicara banyak tentang betapa cintanya aku dengan negeri ini. Ya..Indonesia yang menjadi saksi dimana aku lahir,hidup dan mati. Disinilah cita dan cintaku terkumpul jadi satu. Bagiku, negeri ini adalah segalanya. Tiada dua. Tanahnya dengan ikhlas menjadi tempat berpijakku. Hamparan lautnya tak malu-malu mengikuti angin, menghasilkan ombak dan membawa kerang-kerang kecil nan indah. Gunung-gunung yang tinggi menyimpan kekayaan yang bernilai. Dalam perut bumi negeri ini tak dapat dihitung betapa besar karunia Tuhan kepada manusia.
Aku sedih melihat bencana yang menimpa negeriku. Jumlahnya tidak dapat dihitung dengan jari. Aku sedih saat tanggul jebol di Situ Gintung dan menghanyutkan rumah-rumah penduduk di sekitarnya. Ratusan nyawa terenggut dengan mudahnya. Hatiku pilu mendengarnya. Tetapi, hatiku sangat bangga tatkala saudara-saudaraku dimanapun berada, di seluruh pelosok tanah air ini tak sungkan-sungkan mengulurkan tangan, memberi bantuan moril ataupun materiil kepada mereka yang membutuhkan. Belum lagi luapan lumpur Lapindo yang entah sampai kapan berhenti sampai akhirnya menjadi bom waktu yang akan menenggelamkan daratan di muka bumi negeri ini. Kecelakaan pesawat, kebakaran, pembalakan liar dan masih banyak bencana yang tak bosan-bosannya menghantui negeriku ini. Namun, masih banyak saudaraku yang masih peduli dengan saudaranya yang tertimpa musibah. Tidak sampai beberapa menit dana bisa terkumpul hingga jutaan rupiah karena rasa persaudaraan yang begitu tinggi. Aku pun bersyukur pada Tuhan yang telah meniupkan sifat-sifat mulia-Nya ke dalam hati manusia.
Aku tak peduli apa kata orang di luar sana yang membicarakan tentang negeriku. Mereka bilang negeriku ini penuh tikus yang suka mengambil uang rakyat. Mereka bilang negeriku ini isinya orang-orang bodoh yang membuat bak sampah bagi diri mereka sendiri. Ah, aku tak peduli apa kata mereka ! Mereka tidak tahu betapa cintanya aku dengan negeri ini. Secarut marut apapun situasi di negeriku tapi disinilah aku mengabdi. Dari mulai aku membuka mata, melihat indahnya negeriku, sampai aku menutup mata, kembali ke pangkuan-Nya dengan damai dan penuh syukur karena telah diberi kesempatan untuk belajar banyak dari negeriku.

Tanah Merah
Berkatalah sebatang pohon kepada seorang manusia, “Akarku menghujam ke dalam tanah yang merah dan aku akan memberimu buah-buahku “
Manusia itu menjawab, “Betapa miripnya kita, akarku juga menghujam ke dalam tanah yang merah dan tanah yang merah itu mengajariku untuk menerima pemberianmu dengan rasa terima kasih “
(Kahlil Gibran)

hanya ingin berbagi

Juni 10, 2009 at 2:28 am | In Uncategorized | Leave a Comment

Manusia memang banyak keinginan.Tetapi,sadarkah bahwa Tuhan yang sebenarnya paling tahu apa yang kita inginkan dan bahkan apa yang kita butuhkan. Walaupun manusia mempunyai seribu keinginan,tetapi Tuhan mempunya sejuta cara untuk memenuhi kebutuhan kita. Terkadang, hal inilah yang tidak disadari manusia. Manusia selalu menuntut dan menuntut terus tetapi sesungguhnya manusia tidak akan pernah tahu apa ujung dari keinginan itu karena manusia telah didesain sedemikian rupa untuk tidak pernah puas dalam hidupnya.

Penulis yang sebenarnya masih ingin belajar banyak tentang makna hidup sesungguhnya ini tentunya juga memiliki pemikiran yang terbatas. Masih perlu pembelajaran dalam hidup saya terkait dengan apakah hidup dan bagaimana seharusnya hidup ?

Tersusun atas neuron-neuron yang saling terkoneksi satu sama lain hingga membentuk jaringan yang luar biasa dahsyat membentuk pikiran, bermula dari komponen kecil itulah otak manusia terbentuk. Segala afeksi dan kognisi berkumpul dan salah satu saling mendominasi satu sama lain. Afeksi yang berhubungan dengan perasaan mengisyaratkan bahwa di lubuk hati terdalam manusia ada perasaan halus yang kadangkala terlanjur dikelilingi benteng-benteng tinggi yang tiada lain dan tiada bukan manusia itulah yang membuatnya. Kognisi yang berhubungan dengan logika mengisyaratkan bahwa manusia mencari pembenaran dalam hidupnya. Sebuah perjalanan hidup yang paling tidak membutuhkan ongkos namun paling menarik tentunya. Lebih menarik dibandingkan hanya berkeliling dunia dengan titel backpackers. Menyelami diri sendiri adalah hal yang menakjubkan karena akan banyak kejutan yang didapat disana. Manusia tidak akan pernah menyangka bahwa ia telah ditakdirkan menginjakkan kaki di muka bumi bukan tanpa sebab,bukan tanpa tujuan dan juga bukan dengan tiba-tiba. There is an invisible hand here.

Percayakah kamu jika saya berkata bahwa semua orang di dunia ini adalah orang baik ? Sekalipun itu perampok kelas kakap,pemerkosa ataupun pembunuh berdarah dingin ? Ada seseorang yang pernah mengatakan Sesalah-salahnya seseorang pasti ada hal yang baik yang dapat kita pelajari. What a wisdom ! Bukankah itu sulit? Tetapi,itulah yang sebenarnya terjadi. Orang jahat itu diciptakan bukan tanpa alasan. Tidak hanya orang jahat, tetapi ada alasan penciptaan mengapa kaum papa ada, tunawisma ada, pengangguran dan berbagai fenomena manusia di sekeliling kita.

Manusia memiliki akal dan pikiran untuk memecahkan masalah sendiri. Namun, terkadang manusia tidak pernah menyadari apa yang sebenarnya mereka bicarakan kepada manusia lain tentang bagaimana seharusnya hidup itu. Sebagai ilustrasi, lebih mudah membuat manusia lain tenang daripada membuat diri sendiri tenang. Mengapa ? Bukankah diri sendiri ini lebih PENTING ? Mengapa harus orang lain yang tenang dan merasa damai ? Begitulah manusia,mereka tidak pernah sadar bahwa saya diciptakan untuk kamu, kamu diciptakan untuk saya, kita diciptakan untuk mereka dan mereka diciptakan untuk kita. Teori manusia adalah makhluk sosial sangat signifikan dalam konsep ini walaupun secara tidak langsung, mungkin kita kurang menyadari.

Begitu mulianya Tuhan yang telah menciptakan semesta ini dengan sempurna.Bagaikan ribuan rangkaian listrik seri-paralel yang bersatu padu menghasilkan energi yang berguna untuk hajat hidup orang banyak, Jutaan bahkan trilyunan bulir-bulir air yang bisa membangkitkan generator pembangkit listrik. Ribuan bintang dan planet yang sampai sekarang pun para ilmuwan masih bergulat untuk memecahkan misteri tentang keajaiban luar angkasa yang tidak pernah terperi keindahannya. Bahkan, Andrea Hirata menuliskan bahwa ilmu pengetahuan manusia hanyalah setitik air di samudera yang luas. Sungguh tidak ada apa-apa manusia di mata Tuhan. Seperti membalikkan telapak tangan, begitu mudahnya Tuhan membuat semua hal di dunia ini saling berhubungan satu sama lain. Dan itu memang terjadi kepada sekumpulan makhluk Tuhan bernama MANUSIA.

Rehumanize (Taken from 5 cm, a bestest novel I ever read)

Manusia mendapatkan sesuatu dari manusia lain

Manusia melepaskan sesuatu dari manusia lain

Manusia menjadi manusia karena manusia lain

Manusia menjadi manusia kembali karena manusia lain

Bagi umat manusia, manusia itu suci

Sucikah kita ? Sucikah saya ?

There’s never a wish better than this… Everyday is a new day (Five For Fighting – 100 Years)

sebenarnya tulisan ini pernah dimuat di notes FB saya.hehehe….

bonjour,arigato gozaimasu,hatur nuhun,terima kasih !!!!

Juni 4, 2009 at 5:34 am | In Uncategorized | 1 Comment

Aku ada karena kaupun ada…

Mengutip dari lirik lagunya salah satu band papan atas di Indonesia, tentunya keberadaan saya di muka bumi tidak terlepas dari peran serta orang-orang yang telah sudi wara-wiri di kehidupan saya. Kalau setiap penulis selalu say thanks di awal bukunya, saya juga ingin mengikutinya tanpa bermaksud plagiat namun hanya terinspirasi. Bukankah mengucapkan terima kasih itu hal yang lazim?

Yang paling pertama dan utama, terima kasih sedalam-dalamnya kepada Allah SWT, Maha Pencipta yang lebih dekat daripada urat leherku. Sesungguhnya merugilah hamba-Mu yang menyia-nyiakan nikmat dan kasih sayang-Mu dan janganlah Engkau memasukkanku ke dalam golongan orang-orang itu.

Untuk kedua orang tuaku. Mama dan Papa. Tidak cukup kata yang bisa kuungkapkan untuk menggambarkan betapa bangganya aku memiliki kalian. Begitu sempurna nilai-nilai hidup yang kalian tanamkan sejak aku kecil hingga aku berumur di bilangan belasan terakhir ini. Akan aku buktikan bahwa aku akan menjadi yang seperti kalian harapkan. Semua yang kulakukan atau bahkan yang kucapai hingga detik ini tidak lain hanya untuk membuat kalian bangga dan bahagia.Tidak terbayangkan sedikitpun melihat kalian bersedih dan kecewa. Aku akan berusaha untuk selalu melindungi kalian.

Untuk adikku satu-satunya yang selalu buat “kejutan”, Iqbal Bramanthya, salah satu harapanku juga. Aku ingin melihatmu ‘lebih’ dari aku. Sebisa mungkin, aku akan menjadi panutanmu. Doa selalu teriring untuk calon orang hebat seperti adikku ini. Di balik kata-kata pedas dan kasar yang terkadang khilaf keluar dari mulutku ketika kita sedang bertengkar, tetapi dari lubuk hati terdalam betapa bangganya kakakmu ini memiliki adik sepertimu. You’re great brotha’ !! (ga nyangka kan mba lulu bisa ngomong kaya gini ???) Haha,,

Untuk keluarga besar ku yang lain, almarhum kakek,nenek,om,tante,adik sepupu,kakak sepupu, terima kasih atas bantuan dan dukungannya selama ini.

Untuk almamaterku tercinta..

TK Permata Ibunda.

Dulu saya bangga banget sama TK saya. Ask why ? Soalnya TK saya ada kolam renangnya,,hahaha

SDN Pelita

Enam tahun adalah waktu sekolah paling lama dan saya merasa seru sekali kalau ingat masa-masa ini. Banyak rumor aneh tentang SD saya, yang gosipnya ada hantu lah,mr.gepeng lah, foto ibu kartini yang bisa nangis lah..ada-ada aja..haha

SMPN 2 Bandung

Bukan bermaksud narsis, tapi tidak bisa terlukiskan betapa luar biasa bangganya saya bisa menjadi siswa SMPN 2 Bandung. Begitu banyak yang saya dapatkan disini. Masa-masa ini begitu indah. Apalagi saya diberikan kesempatan untuk bisa sekelas dengan orang-orang yang luarbiasa excellent saat menduduki kelas tiga (kelas unggulan..ehmm). Menyadarkan saya bahwa saya belum ada apa-apanya.

SMAN 8 Bandung

Spellbound and Speechless. Kalau kata orang masa SMA adalah masa yang paling indah, saya SETUJU !! Saya sempat mengumpat SMA ini, karena sejujurnya saya tidak bercita-cita ke SMA ini. Tapi, ternyata Tuhan begitu punya banyak rencana indah untuk saya. Begitu banyak yang saya dapatkan disini. Kalau saya katakan kehidupan SMP saya begitu indah, mungkin untuk SMA indahnya saya pangkatkan tiga atau bahkan lebih. Sesungguhnya masa-masa ini tidak tergantikan dengan apapun. Apabila ada mesin waktu, saya ingin sekali kembali ke masa-masa SMA. Terlalu sulit untuk dilupakan.

Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

Salah satu hal yang paling indah di dunia adalah saat impian berubah jadi nyata. Dan bagi saya FE UI adalah impian itu. Begitu berharga kesempatan untuk bisa menimba ilmu disini, fakultas ekonomi terbaik di negeri ini, universitas terbaik di negeri ini. Betapa bergetarnya hati ini saat pertamakali melihat tulisan UNIVERSITAS INDONESIA yang disebut UI Wood dan bagaimana perasaan ini ketika mengenakan jaket kuning, jaket yang menjadi saksi saat mahasiswa menggulingkan pemerintahan. Tiba-tiba saja nasionalisme saya yang sempat terkubur perlahan muncul, saat disadarkan saya akan mengemban ilmu di universitas yang menyandang nama besar bangsa ini. Sampai sekarang pun saya masih bisa merasakan betapa menggebu-gebu hasrat saya untuk bisa melanjutkan pendidikan disini dan ternyata yeah,,i’ve got the golden ticket.

Untuk teman-temanku dari TK dan SD yang saya yakin pasti sudah berubah. Pantas saja karena sudah cukup lama kita tidak berjumpa. Namun, saya ingin mengucapkan terima kasih karena telah bersedia hadir dan mewarnai hidup saya. Teman-teman SMP saya yang super hebat, kelas 1-3, 2-4 dan IX-J. jujur saja saya banyak belajar dari kalian terutama kelas IX-J. Saya berani bertaruh pasti kalian semua akan jadi orang sukses. Terima kasih karena kalian telah memberikan begitu banyak pembelajaran kepada saya. Senang bisa mengenal kalian. Senang pernah menjadi bagian dari kalian.

Sahabat-sahabatku yang luar biasa di SMA…..Kelas X-9, IPA 4, 2 tahun lamanya terasa singkat. Teman-teman seperjuangan di OSIS yang telah menjalani suka duka bersama (banyak bangeett, sampe ga keitung!!! ) Terima kasih karena telah memberikan begitu banyak arti dan cerita dalam kehidupan SMA. Saat dunia putih abu kita jalani, begitu banyak proses pendewasaan yang kita lewati. Bukan untuk siapa-siapa, tapi semua untuk kita. Saat orang sekeliling kita menganggap aneh dengan kelakuan kita, sayangnya kita tidak pernah peduli. Kita terlalu sibuk dengan dunia yang kita miliki sendiri. Kita tidak pernah takut berbeda. Sangat sempurna. Tidak terbantahkan dengan hal apapun. Saat menuju transformasi pendewasaan, dimana hal-hal konyol, bodoh, sedih, gembira, kecewa tercampur jadi satu. Semuanya berharga karena saya melewatkan bersama kalian. Ingat buku kita masing-masing? Punya saya yang warnanya merah berisikan tulisan tangan kalian yang selalu buat saya tersentuh saat membacanya, bahkan hingga menitikkan air mata. Sampai sekarang masih saya simpan dengan rapi. Terima Kasih telah menjadi my bestest best friends and one of my preciousest things in my life.

Teman-teman dan sahabatku di saat kuliah. Hey, bukankah kita ini hebat ?? Sudah cukup merutuki diri sendiri ! Berlomba-lomba saling menjelek-jelekkan diri sendiri bukanlah tindakan yang benar. Ingatlah bahwa kita orang-orang terpilih yang bisa mengenyam pendidikan disini. Beribu bahkan mungkin jutaan orang di luar sana yang bermimpi untuk bisa kuliah di tempat kita sekarang, tapi kenapa harus kita yang ada disini ? Mengapa bukan mereka ? Itu karena kita HEBAT, we are great. Tak ada alasan untuk menyerah dan menyia-nyiakan kesempatan ini, kawan !! Terima Kasih karena membuat hari-hariku menjadi semakin berwarna. Tanpa kalian, mungkin fase ku yang sekarang ini akan terasa hambar. Kalian juga akan menjadi orang sukses. Terima kasih atas dukungannya di semua kegiatan yang saya lakukan. Selamat berjuang kawan !!!

Terima kasih untuk Bandung. Kota yang menjadi saksi bisu dimana saya tumbuh dan berkembang. Bandung yang menyimpan banyak kenangan. Setiap sudut dan ruas jalannya tersisa bermacam cerita. Saya berjanji tidak akan lama lagi akan segera kembali ke Paris van Java. Menghabiskan sisa hidup disana adalah salah satu impian saya.Ya..tidak lama lagi..

Begitu banyak elemen-elemen kehidupan yang telah wara-wiri di kehidupan saya yang mungkin tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Semua merupakan komponen penting pembentuk kepribadian seseorang yang bernama Luluk Aulianisa. Ya, itu aku.

Sekali lagi. Terima Kasih.

Juni 4, 2009 at 5:26 am | In Uncategorized | Leave a Comment

Ada pepatah yang bilang kalau Tak Kenal maka Tak Sayang…

Di pembukaan posting ini, saya sebenarnya ingin memberitahukan aja kalau blog saya terdahulu yang beralamatkan di myhoneybloggy.blogspot sudah ditutup karena dicurigai ada spam. Jadi, sekarang blog resmi saya beralamatkan di lulukaulianisa.wordpress.com. Tentunya dengan konten yang lebih menarik, blog ini akan senantiasa update.

Verba valent, scripta manent

Kata-kata itu bisa hilang tapi tulisan akan bertahan. Kurang lebih itu artinya. Jadi, sekarang saya benar-benar lagi belajar mengungkapkan apa yang saya rasakan, lihat dan dengar lewat tulisan. Saya ingin mengasah passion saya dalam menulis. Banyak orang  yang bilang kalau kita mau sukses, kita harus memilki passion dalam mengerjakan apa yang akan kita kerjakan. Saya akan berusaha untuk itu.

Nama lengkap saya Luluk Aulianisa. Biasanya dipanggil Lulu. Akhiran ‘k’ itu sebenarnya atas saran dari almarhum kakek saya. Kata Beliau sih supaya seperti orang Jawa cara membacanya. Lulu’..bukan Luluk juga sih manggilnya.Saya lahir di Jakarta, 15 Januari 1990.Ayah saya keturunan Padang-Jawa, Ibu saya keturunan Betawi-Jawa.Sebenarnya, saya juga bingung kalau ditanya saya orang mana. Hehehe..

Tapi,karena dari kecil sampai SMA saya tinggal di Bandung. Hingga sekarang pun orangtua saya berada di Bandung. Saya sangat cinta dan bangga apabila disebut orang Bandung. Sekarang saya kuliah di Fakultas Ekonomi Terbaik di negeri ini. Target lulus 2011,doakan ya….

Happy Reading !!!! :)

Hello world!

Mei 12, 2009 at 8:19 am | In Uncategorized | 1 Comment

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.